Kisah Misteri Nyata Lukisan Prabu Siliawangi dan Keris Pusaka

Artikel terkait : Kisah Misteri Nyata Lukisan Prabu Siliawangi dan Keris Pusaka

(kumpulan cerita lucu dan cerpen) Suatu pagi  saya memperoleh pemberitahuan dari kantor  ada undangan dari sebuah perkebunan di Bogor untuk Meliput tentang perkembangan tanaman Rami di daerahnya  sejenak Saya melihat alamat undangan yang akan dituju  sebuah perkebunan yang ada di daerah Gunung Sindoro  wilayah Sentul  sejujurnya saya belum mengenal daerah ini Kendati sering bolak-balik ke Bogor  untuk memenuhi undangan tersebut saya terlebih dahulu harus mengucap sebuah alamat memastikan ada dimana Daerah itu pada waktu yang ditentukan Saya berangkat ke kota Bogor Sebelumnya saya hubungi kantor perwakilan untuk mendapat teman seperjalanan yang itu yang hafal daerah itu  lokasi Gunung Sindur bila ditarik garis lurus kira kira 10 km dari Batutulis bentuk gunungnya persis seperti sebuah nasi tumpeng berbentuk kerucut.

Kondisi tanahnya berbatu dan dipenuhi pepohonan pinus sehingga tempat ini dingin dan sejuk menuju ke tempat tujuan jalan berkelok-kelok menanjak sehingga tiba di tempat lokasi wisata pemandian air panas menurut Bambang pemilik perkebunan dan tempat wisata itu setiap liburan banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional tapi kebetulan hari itu bukan hari libur hanya sedikit pengunjung ke pemandian air panas sehingga saya lebih leluasa melihat-lihat lokasi yang Suasananya sangat religius terlebih-lebih lokasi ini jauh dari keramaian sangat sepi cocok untuk Mengheningkan diri pengunjung yang datang akan betah berlama-lama tinggal di sana suara kicauan burung dan gemuruh suara air terjun air panas terdengar keras sehingga terdengar indah mengalun
"lokasi  ini sudah mashur dari zaman pajajaran" ujar bambang membuka obrolan.
Dikaki gunung sindur ada dua buah goa, yakni goa naga  disebelah utara dan goa harimau disebelah selatan. Tempat ini tidak jauh dari ibukota pakuan, pajajaran yang konon sering dijadikan tempat bersemedi sang prabu siliwangi disaat hatinya gundah gulana.
"menurut cerita bahwa di hari tuanya beliau mengundurkan diri dan bertapa di padepokan gunung sindur setelah menyerahkan mahkotan ke putra sulungnya prabu surawisesa" kata bambang menambahkan. Bila melihat letaknya, memang wajar bila tempat ini sangat disukai sang prabu karena keasriannya. Dua goa yang ada di kaki gunung sindur menjadi saksi hari-hari terakhir dari prabu siliwangi sebelum wafat dan di kremasi di Bukit Badigul.
Lebih jauh Bambang mengatakan hingga saat ini belum ada seorangpun yang berani masuk untuk meneliti kedua gua itu, dari luar mulut guanya sangat besar masuk tubuh orang dewasa namun kelihatan sangat angker, sehingga orang akan segan untuk masuk ke dalam gua sindur itu. Konon ketika masa pemerintahan Bung Karno tempat ini menjadi perhatian beliau karena setiap selesai sholat subuh dari arah sindur terlihat cahaya biru memancar ke langit.

(Kisah Misteri Nyata Lukisan Prabu Siliawangi dan Keris Pusaka) Melihat keanehan itu, Bung Karno bertanya kepada pembantunya, dan dijawab bahwa cahaya itu berasal dari sebuah goa di Gunung Sindur. Karena penasaran ingin mengetahui kejelasannya, bung karno secara gaib pernah mengunjungi tempat ini, dan sejak saat itu cahaya biru tersebut tidak pernah terlihat lagi .

Kendati jadi objek wisata di tempat ini terasa ada getaran cukup kuat ke Indra ke-6 saya  untuk mengetahui sampai sejauh mana kekuatan energi dari Gunung Sindoro, saya minta izin untuk berkontemplasi sebuah sudut yang getarannya cukup kuat, belum 1 menit saya bermeditasi terasa ada getaran yang sangat kuat menarik Sukma. Tempat ini memang sangat istimewa dan cocok untuk orang-orang yang mencari ketenangan hidup, dari bayangan yang terdeteksi saya melihat berseliweran orang tua renta berbaju putih seperti pendeta, diduga kuat memang tempat ini pada zaman dahulu kala adalah Padepokan tempat pertapaan sang prabu sebelum pergi meninggalkan keramaian.

Dari dahulu hingga sekarang tempat ini tetap asri dan banyak dikunjungi oleh orang-orang yang hendak berwisata maupun untuk menenangkan diri. Menjelang siang makanan telah tersaji di ruang tengah ada yang menarik perhatian saya di ruang tengah terpampang sebuah lukisan Seorang pendeta rambutnya disanggul ke atas di lehernya ada lilitan tasbih dan dagunya berjenggot lebat sorot matanya melihat ke depan sangat tajam dan bila diperhatikan matanya menyorot penuh Wibawa kepada sesiapa yang melihat gambar itu.

Kisah Misteri Nyata Lukisan Prabu Siliawangi dan Keris Pusaka

"Siapa yang melukis, lukisan itu?"  kemudian bambang menjelaskan bahwa pada tahun 1984 ia kedatangan Seorang pelukis astral yang ingin melukis Prabu Siliwangi didekat goa Harimau. Setelah mendapat izin orang tersebut lantas melakukan puasa selama beberapa hari, kemudian tepat pada tanggal Yang dinanti ia mendapat sinyal batin, sehingga segera menyiapkan kanpas dan peralatan lukis lainnya  tanpa penerangan sekecil apapun dalam keadaan gelap gulita. Ia membuat sebuah lukisan yang hasilnya terpampang di dinding ruang tengah. Dibawahnya ditulis keterangan 24 April jam 02.30 tahun 1984 dalam lukisan itu juga seperti ada tanda tangan Prabu Siliwangi namun tidak jelas.

Melihat lukisan unik ini, saya ingin mengambil foto lukisannya sebagai kenang-kenangan. Berbeda dengan lukisan prabu siliwangi yang ada di museum Sri Baduga Bandung, bentuk fisiknya agak gemuk didampingi harimau putih sebgai tunggangannya. Gambar yang saya ambil potretnya agak kurus, kira-kira berumur tujuh puluhan tahun. Foto itu berbeda dengan gambar gambar Prabu Siliwangi yang beredar sekama ini.

Keris Prabu Siliwangi

Ketika saya berpamitan pulang secara mengejutkan Bambang menyerahkan dua bilah keris berwarna keemasan. berluk sebelas, dan berbentuk ular Naga
"ini ada titipan agar disampaikan kepada bapak untuk dipelihara" kata Bambang sambil menyodorkan dua keris belum memiliki warangka dan masih telanjang. Warnanya yang kuning emas dan berukir bentuknya sangat menakjubkan, yang berukir Penuh berbentuk naga betina. sementara yang berluk sebelas berbentuk naga jantan bermahkota. Semula saya menolak untuk menerima benda titipan itu, karena tidak jelas Siapa yang menitipkannya. Hanya Bambang beramanat "selepas maghrib Kemarin saya kedatangan seorang pria, berbaju pendeta. Ia mengatakan bahwa nanti akan datang seseorang berpawakan kecil dan akan mencari tahu tentang keberadaan Gunung Sindur dan  Pajajaran, kebetulan anda memiliki ciri  fisik seperti itu. Seperti amanatnya, maka saya harus menyerahkan keris tersebut untuk bapak" kata bambang sembari tiada hentinya membujuk saya.

Seminggu setelah dari gunung sindur, saya menerima telpon dari bambang yang mengabarkan bahwa lukisan di dinding ruang tengah telah raib. Ia sendiri merasa heran karena seluruh ruangan dalam keadaan terkunci tanpa ada kerusakan. Jadi kemana lukisan itu dan siapa yang membawanya, hingga sampai sat ini masih dalam tanda tanya besar. Potret yang saya pegang adalah satu-satunya bukti otentik, tentang siapa dan dimana Prabu Siliwangi berada pada akhir kehidupannya.

Berbarengan tugas ke Yogyakarta, saya bawa dua bilah keris itu Untuk ditanyakan kepada ampuh Gino turunan ke XVII Mpu Gandring, sebagai empu terakhir pembuat keris pesanan Istana Kepresidenan, yang kini telah tiada. Saat menerima keris ia sedang menyelesaikan pembuatan keris pesanan istana yang terbuat dari emas murni. Setelah berbincang saya memohon kejelasan jejak keris ini, kemudian empu Gino menyuruh saya datang lagi lepas Maghrib keesokan hari ke rumahnya.

Pada waktu yang ditentukan saya datang didampingi teman orang Jogja, Empu Gino mengatakan bahwa keris itu memang keris asli zaman Pajajaran, dibuat oleh Empu Sobrah pembuat Keris wanita di zamannya. Pada waktu pembuatan nya Mpu Sobrah membuat tujuh buah keris serupa yang dibagikan oleh sang prabu kepada para punggawa dan para panglimanya yang berjasa kepada rakyat Pajajaran. Salah satunya ada di tangan saya.

Kini keris itu sudah lengkap dengan warangkanya terbuat dari kayu khusus yang dibuat oleh Empu Gino lebih jauh ampuh Gino menerangkan bahwa pada zamannya Empu Sobrah yang memiliki kemampuan mumpuni tanpa tanding di dataran sunda, banyak keris yang sudah dibuat sampai pesanan Raja maupun atas kehendaknya. Yang cukup unik dalam pembuatan keris berselaput emas ini dibuat di bawah laut menggunakan api, di kawah Gunung Krakatau Selat Sunda. Selama pembuatan keris Ia dalam keadaan bertapa tanpa mengkonsumsi makanan apapun.

Mengenai informasi dari Empu Gino ini disampaikan kepada saya setelah semalaman berkontemplasi menelusuri asal muasal keris ini, di akhir cerita Sang empu menyarankan kepada saya agar keris ini disimpan baik-baik karena bila diketahui orang lain, nantinya banyak yang ingin menukar dengan materi yang menggoda. Pernyataan dari Empu ini memang benar, selama memegang keris bersaput emas, saya telah didatangi dua orang kolektor yang ingin mendapatkan keris tersebut. Namun saya tidak mau melepasnya, karena saya ingat bahwa ini barang titipan yang harus disimpan sebagai amanat. Kini keris itu saya pajang di ruang tidur sambil sewaktu-waktu saya olesi dengan minyak khusus untuk mengawetkan nya. Terimaksih telah membaca Kisah Misteri Nyata Lukisan Prabu Siliawangi dan Keris Pusaka untuk kisah misteri yang tidak kalah seram lainnya silahkan bookmark halaman ini agar dapat dengan mudah menemukan update dari kumpulan cerita lucu dan cerpen

Tulisan ini telah dimuat dalam Majalah Misteri Edisi 548
Oleh : Dedi Riskomar ( Reporter Majalah Misteri )
Diketik ulang oleh : Dodi Jaya
Spesial Terimakasih untuk Wardiyah yang turut membantu.

Artikel Kumpulan cerpen misteri nyata terbaru Lainnya :

1 comments:

  1. Senang dan informasinya menarik mas 👍. Terima kasih banyak 😊 ceritanya enak dibaca.

    ReplyDelete

Peraturan Berkomentar :
1. Berkomentarlah sesuai artikel diatas
2. Untuk berkomentar gunakan (Open ID, Google akun, Name URL)
3. Berkomentarlah menggunakan bahasa yang jelas!
4. Relevan dan Sopan
5. Dilarang menyertakan link hidup
6. Dilarang Spam
7. Dilarang Promosi

Copyright © 2016 Kumpulan cerpen misteri nyata terbaru