Dongeng ketika katak menjadi kelinci

Artikel terkait : Dongeng ketika katak menjadi kelinci

Disebuah pesawahan yang subur hiduplah sepasang katak, hidupnya serba kecukupan karena makanan dapat dengan mudah mereka dapatkan, air yang berlimpah serta padi yang menghjau membuat serangga yang menjadi makanannya sehari-hari berdatangan. Rezeki yang mereka dapatkan itu sudah lama di syukuri oleh katak betina, lain halnya dengan katak jantan akhir-akhir ini sering berkeluh kesah, merasa bosan dengan hidupnya.
"Seandainya menjadi kelinci, mereka hidup dengan damai" kata sang katak jantan kepada betina nya
"jangan berbicara seperti itu tidak baik, lagipula kehidupan kita selama ini sudah cukup, coba lihat serangga berdatangan, air yang berlimpah dan..."
"dan menjadi incaran ular, binatang buas yang setiap saat menerkam kita tanpa ampun!" potong katak jantan tiada henti-hentinya mengeluh, katak betina menghela napas panjang mendengar keluhan itu.
"sudahlah, cukup. seringkali kakang membahas hal tersebut, ini sudah nasib kita tercipta menjadi se ekor katak mau bagaimana lagi"ujar katak betina kemudian
"seandainya menjadi kelinci, mereka dengan bebas bermain dikebun-kebun, mereka disayang oleh manusia itu, dapat berkeliaran di kebun-kebun dengan bebasnya tanpa takut dimangsa hewan lain. Sementara kita setiap kali datang kepekarangan rumah tidak pernah sedikitpun diperhatikan, bahkan saya seringkali diusirnya." tambah sang katak jantan menceritakan kepahitan hidupnya.
Impian katak menjadi kelinci membuat dirinya murung, hari-harinya dihabiskan untuk meratapi nasib. Melihat hal itu katak betina menjadi sedih segala upaya dia kerahkan untuk menyadarkan hayalannya itu namun semuanya sia-sia.
"Aku akan mendatangi tempat itu" kata sang katak jantan pada akhirnya, membuat katak betina cemas, sebab tahu betul maksud yang disampaikannya.
"jangan aku mohon, jangan kakang lakukan sebab hal itu hanya akan menyiksa diri sendiri" cegah katak betina penuh dengan kecemasan
"Aku harus menemuinya tidak ada jalan lain, biarlah jiwa raga ini aku korbankan supaya bisa menjelma menjadi sosok kelinci yang cantik" tambah katak jantan dengan semangat membara
"Jangan, siluman ular itu licik, aku takut kakang di apa-apakan olehnya. Hentikanlah maksud kakang, cepatlah sadar" kembali sang katak betina membujuk, namun tekad katak jantan sudah bulat berangkatlah dia tanpa persetujuan dari katak betina.

Dongeng ketika katak menjadi kelinci

Berhari-hari katak jantan berjalan menyusuri pematang sawah yang hijau, meninggalkan istri yang sangat mencintainya, hingga pada akhirnya pematang sawah yang dia lalui berganti menjadi semak belukar yang sangat lebat, katak jantan mulai yakin bahwa sebentar lagi dia sampai ketempat tujuan. Perasaan was-was mulai mendatangi dirinya sebab menurut cerita yang beredar dikalangan para katak kawasan semak belukar merupakan tempat tinggal ular-ular yang ganas.
"Mudah-mudahan saya beruntung, bisa bertemu dengan ular siluman itu, sebab jika tidak ular-ular liar akan terlebih dahulu mencabik-cabik tubuhku ini" ular jantan membatin diliputi dengan ketakutan sambil terus melompat tanpa henti untuk menemukan persembunyian siluman ular.

Menurut khabar yang beredar siluman ular adalah sesosok makhluk dengan bentuk setengah katak-setengah ular, konon katanya siluman ini dahulunya adalah se ekor ular biasa yang berkeinginan menjadi katak hingga pada suatu ketika ia mengasingkan diri dengan bertapa beratus-ratus tahun lamanya, namun ditengah pertapaannya itu dia tergoda dengan seekor katak yang menghampiri naluri laparnya bangkit seketika, lalu menyantap katak yang ternyata adalah jelmaan dari gurunya yang hendak menggoda kesungguhan ular, akibat kejadian itu dia dikutuk sehingga wujudnya tidak sempurna, untung saja dia berhasil melewati godaan berikutnya ketika diuji untuk memilih serangga daripada katak sebagai makanannya. Sebab apabila memilih katak maka wujudnya akan sirna itulah sebabnya sampai sekarang dia tidak memangsa katak. Atas keberhasilannya pula dia dianugerahi kesaktian merubah wujud setiap hewan yang memohon kepadanya.

"hahahahahaha, selamat datang kawanku tujuan apa yang hendak engkau sampaikan sehingga bersusah payah mendatangi kediamanku" terkejut dibuatnya, katak jantan segera mencari-cari dari mana datangnya suara itu
"katak bodoh liat kebawah sini, masuklah saya yakin betul jika ada seekor katak ditengah-tengah sarang ular yang berbahaya ini, mau mengorbankan nyawanya selain untuk menemuiku, masuklah wahai sahabat, beruntunglah kamu terlebih dahulu menemukan sarangku sebelum ditemukan oleh ular-ular ganas itu, cepatlah masuk amankan dirimu sobat hahahaha" kekeh siluman ular memperhatikan tingkah katak, dengan cepat sang katak pun meloncat, sebuah lubang sebesar telur ayam yang menjadi tempat persembunyian ular  siluman.
"Katakanlah maksud dan tujuanmu datang kemari" tegas ular siluman dengan sorot mata tajam membuat katak jantan ketakutan
"Ampun... jangan tuan makan saya, ampuni saya" jawab sang katak gelagapan
"Bodoh siapa yang hendak makan kamu, katakanlah tidak usah takut" tegas siluman ular
kemudian katak mengutarakan maksud tujuannya, ular siluman memperhatikan dengan seksama kemudian meledaklah tawanya
"hahahahaha, itu mudah. Namun mampukah engkau memenuhi persyaratannya?" tambah sang ular
"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa berubah jadi kelinci tuan?" tanya nya kemudian
"Harus ada yang di korbankan!" jawab si ular tegas
"Ambillah istriku!" jawabnya serentak
"Hei jangan sembarangan berkata, bukan itu maksud aku!" ancam siluman ular merasa terusik dengan perkataan katak jantan
"Ampuun tuan, hamba salah, maafkan hamba kalau salah bicara" sambung katak betina memelas
"Ingatlah katak. Keinginanmu semacam itu pernah aku alami ketika muda dulu, sehingga aku teringat dosa-dosa dimasa itu, ketidak puasan akan wujudku berakibat pada keadaan yang mengutukku menjadi sosok mengerikan ini, pikirkanlah kembali apakah engkau masih mau merubah diri ?" tutur siluman ular sembari menatap lekat-lekat, kemudian katak jantan mengangguk pelan penuh harap.
"Baiklah... aku kabulkan permintaanmu, namun jikat terjadi apa-apa jangan engkau salahkan aku, persyaratannya adalah khabarkan kepada keluargaku, yaitu keluarga ular bahwa aku sangat menyesal" tambahnya
"maksud tuan bagaimana?" tanya katak semakin bingung menanggapi persyaratan yang diajukan siluman ular
"Tidak usah banyak tanya, apa kamu sanggup melaksanakannya?"
"kalau hanya menyampaikan pesan Itu mudah tuan hamba siap" tegas katak. Kemudian siluman ular merubahnya menjadi kelinci.

Sang katak tengah berbahagia karena wujudnya telah berubah menjadi kelinci cantik sehingga ketika bermain ke ladang manusia dia menjadi bahan tontonan anak-anak, inilah yang diharapkan yaitu disayang manusia yang memandan, sehingga dia mulai lupa akan kehidupannya ketika menjadi katak dulu. Kini dia memiliki nama baru bunny, pemberian seorang anak kecil lucu yang menjadi pengasuhnya.

Namun kesenangan yang didapat Bunny tidak bertahan lama, ketika banjir bandang datang memporak-porandakan seisi kampung, kejadian itu diakibatkan oleh nyanyian kesedihan yang dilantunkan katak betina yang kehilangan pasangannya, yang tak lain adalah bunny yang kini telah berubah menjadi kelinci. Saking sedihnya katak betina terus mengorek hujanpun tiada henti. Bunny terombang-ambing terbawa arus, keahliannya berenang ketika menjadi katak dulu lenyap, tubuhnya tidak berdaya terapung hanyut  terbawa derasnya air.

Air semakin surut selamatlah bunny dari genangan air banjir, dengan langkah gontai dia mencari-cari majikannya, akan tetapi semuanya hilang sirna terbawa derasnya air. Kemudian teringat dengan istrinya yang sudah lama dia tinggalkan. Air matanya pun mengalir ketika menjumpai tubuh katak betina sudah tidak bernyawa lagi. Penyesalan mulai menghantui, hidupnya kini sebatang kara.
"Kemana rimbanya ladang-ladang, sawah menghijau, serangga-serangga dan semua manusia, engkau katak betina. Lenyap sudah menjadi penebus dosa" rintih katak jantan penuh kesedihan.

Teringat dengan syarat yang diajukan siluman ular, bunny mengutuk dirinya sendiri
"Bodoh, kenapa lupa. Aku belum sempat melaksanakannya" bunny bergegas menemui keluarga ular sehingga ketika sampai langsung dia mengutarakan niatnya.
"Dengarlah wahai ular-ular perkasa, saya datang kesini mau menyampaikan pesan dari siluman ular bahwa dia sangat menyesal" kata bunny dengan lantang pada keluarga ular, mendengar hal itu mendadak mereka kegirangan, dengan sekejap sorot mata mereka berubah liar, seperti hendak bersiap menerkam bunny
"Ya aku terima penyesalan si bodoh itu, hmmm sungguh penebus kesalahan yang sangat menggoda hahahahaa" jawab ular besar yang tengah menatap bunny
"Maksud kamu ???" bunny mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa, merasakan bahaya mengancam di depan matanya.
"Dengarlah wahai kelinci, keinginan untuk berubah menjadi katak itu akibat kisah cinta terlarang yang dialaminya, pada saat itu mencintai putri katak. Segala upaya kami kerahkan untuk menyadarkannya kembali, menghalang-halangi supaya niatnya tidak terlaksana, namun sia-sia saja, hal tersebut membuat dia dibenci semua ular. Kami mengajukan syarat untuk mengirimkan makanan kepada kami, maka jika tidak terpaksa kami semua akan memburunya, dia menyesal atas keterlambatan mengirim makanan itu. Tapi tak apalah semuanya sudah terobati dengan daging mu yang empuk hahahahaa". Bunny merasa di jebak, meringis penuh kegetiran, semuanya sudah terjadi tidak akan bisa sembunyi lagi, karena ke egoisannya dia kehilangan segalanya, karena keegoisannya kini mengancam nyawanya.  Akhirnya Bunny mati mengenaskan di makan ular-ular ganas.

Itulah Dongeng ketika katak menjadi kelinci semoga menjadi pelajaran buat kita semua, pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini adalah selalu bersyukur dengan apa yang kita peroleh.

Oleh : Dodi Jaya
Dilarang Copy Paste tanpa izin
TAMAT
Jika suka tolong share ya

Artikel Kumpulan cerpen misteri nyata terbaru Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Peraturan Berkomentar :
1. Berkomentarlah sesuai artikel diatas
2. Untuk berkomentar gunakan (Open ID, Google akun, Name URL)
3. Berkomentarlah menggunakan bahasa yang jelas!
4. Relevan dan Sopan
5. Dilarang menyertakan link hidup
6. Dilarang Spam
7. Dilarang Promosi

Copyright © 2016 Kumpulan cerpen misteri nyata terbaru